KENDARI – Universitas Mandala Waluya, salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Sulawesi Tenggara, menggelar Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa (FSOM) 2026 yang meriah pada periode 10-14 April 2026 di kampus utamanya di Kendari. Acara spektakuler yang diikuti lebih dari 2.500 mahasiswa dari berbagai program studi ini menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam mengembangkan potensi seni, budaya, dan olahraga di kalangan generasi muda.
Penyelenggaraan FSOM 2026 merupakan agenda rutin tahunan yang diprakarsai oleh Unit Pendaftaran Mahasiswa bekerja sama dengan Biro Kemahasiswaan Universitas Mandila Waluya. Dalam kesempatan ini, mahasiswa berkesempatan menampilkan kemampuan mereka di berbagai cabang olahraga dan seni pertunjukan yang beragam. Dari pertandingan futsal, bola voli, badminton, hingga cabang olahraga tradisional, seluruhnya diselenggarakan dengan standar profesional dan fair play yang tinggi.
“Festival ini adalah momen penting bagi kami untuk memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah menunjukkan dedikasi mereka dalam mengembangkan bakat di luar akademik. Kami percaya bahwa pendidikan holistik tidak hanya berkutat pada aspek keilmuan semata, melainkan juga mengasah karakter, kerja sama tim, dan ekspresi seni,” ujar Dr. Bambang Suryanto, M.Pd., Rektor Universitas Mandala Waluya, dalam sambutannya di pembukaan acara pada Senin, 10 April 2026 pagi.
Artikel ini akan memberikan potret lengkap mengenai keragaman aktivitas seni dan olahraga yang diselenggarakan, partisipasi antusias mahasiswa, serta dampak positif terhadap pengembangan ekosistem budaya akademik di kampus Kendari ini.
### Latar Belakang dan Tujuan Festival
Universitas Mandala Waluya telah dikenal sebagai institusi yang kuat dalam aspek akademik maupun pengembangan karakter mahasiswa. Sejak berdiri pada tahun 1995, universitas ini konsisten menghadirkan berbagai program pengembangan minat dan bakat mahasiswa melalui organisasi kemahasiswaan dan unit-unit khusus. Unit Pendaftaran Mahasiswa, yang menjadi garda terdepan dalam mengelola kehidupan akademik dan non-akademik, melihat pentingnya memberikan wadah bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi mereka.
Menurut catatan administratif Unit Pendaftaran Mahasiswa Universitas Mandala Waluya, jumlah mahasiswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler seni dan olahraga mencapai 65 persen dari total populasi mahasiswa aktif. Angka ini mencerminkan tingginya minat mahasiswa terhadap aktivitas di luar kelas. Oleh karena itu, diperlukan platform besar yang dapat menampung dan memfasilitasi semua kegiatan tersebut.
“Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa bukan hanya sekadar ajang hiburan. Ini adalah laboratorium kehidupan di mana mahasiswa belajar mengelola stress, bekerja dalam tim yang beragam, dan membangun kepercayaan diri,” jelas Ibu Siti Nurhaliza, M.Kom., Kepala Unit Pendaftaran Mahasiswa Universitas Mandala Waluya, dalam wawancara dengan tim redaksi pada 12 April 2026.
### Spektrum Kegiatan Olahraga yang Diselenggarakan
Kompetisi olahraga dalam FSOM 2026 mencakup lebih dari 12 cabang yang tersebar di berbagai kategori. Cabang olahraga tradisional mendapat perhatian khusus sebagai bagian dari konservasi budaya lokal Sulawesi Tenggara. Di antaranya adalah permainan Calo-Calo, permainan tradisional Buton yang melibatkan ketangkasan dan strategi, serta Adu Ketangkasan Perahu Tradisional yang menampilkan keahlian navigasi dengan perahu khas Kendari.
Cabang olahraga modern seperti futsal dan bola voli menjadi pusat perhatian dengan tingkat partisipasi tertinggi. Turnamen futsal putra dan putri menarik 32 tim yang terbagi dalam dua divisi. Kompetisi ini berlangsung sengit hingga akhir dengan final putri yang menampilkan duel spektakuler antara Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum. Akhirnya, Fakultas Teknik berhasil meraih gelar juara dengan menang tipis 2-1 melalui pertandingan yang sangat dramatis.
“Persiapan kami sangat matang. Kami berlatih hampir setiap hari selama dua bulan menjelang festival ini. Kebanggaan mewakili Fakultas Teknik di pentas olahraga kampus memberikan motivasi ekstra untuk kami bermain sebaik mungkin,” ungkap Rini Marhaban, kapten tim futsal putri Universitas Mandala Waluya, setelah meraih juara pada Rabu, 12 April 2026.
Badminton dan tenis meja juga menyaksikan kompetisi yang ketat dengan partisipan dari berbagai angkatan. Turnamen atletik dengan nomor lari 100 meter, 400 meter, dan lompat jauh juga menjadi sorotan utama, terutama setelah seorang mahasiswa asal Kendari, Dafid Rahmansyah dari Program Studi Pendidikan Jasmani, berhasil memecahkan rekor kampus untuk nomor lari 100 meter dengan waktu 10,42 detik.
### Pertunjukan Seni dan Budaya yang Mempesona
Tidak hanya olahraga, aspek seni dan budaya juga mendominasi agenda FSOM 2026. Panggung utama di Lapangan Stadion Universitas Mandala Waluya menyaksikan puluhan pertunjukan seni yang memukau selama tiga hari berturut-turut, yakni 12-14 April 2026. Pertunjukan tersebut mencakup tari tradisional Sulawesi Tenggara, tari modern kontemporer, band musik, seni teater, dan fashion show.
Salah satu momen puncak adalah pertunjukan tari kelompok berjudul “Warisan Nusantara” yang menampilkan fusion sempurna antara gerakan tradisional Toraja, Jawa, dan Bali. Pertunjukan selama 20 menit ini digarap oleh mahasiswa dari Klub Seni Tari Universitas Mandala Waluya dengan choreography yang sophisticated dan kostum yang memukau mata.
“Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa generasi muda Indonesia tetap cinta dengan budaya tradisional. Tidak ada yang perlu ditinggalkan dari warisan nenek moyang kita, justru kita harus mengembangkannya agar relevan dengan zaman,” ungkap Putri Adlina Wijaya, ketua tim penyusun pertunjukan “Warisan Nusantara”, dalam sela-sela latihan pada 9 April 2026.
Penampilan musik live juga menjadi highlight utama dengan menghadirkan band-band mahasiswa unggulan dari berbagai program studi. Sebuah band bernama “Mandala Acoustics” yang mengusung genre folk-indie mendapat sambutan hangat dari audiens karena kemampuan mereka mengkomposisi lagu-lagu orisinal yang menyentuh hati. Band yang terdiri dari lima mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora ini berhasil mencuri perhatian dengan performance yang powerful namun tetap intim.
“Musik adalah bahasa universal yang dapat menyatukan semua orang. Melalui festival ini, kami berharap dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkreasi dan tidak takut untuk menampilkan karya-karya mereka,” kata Aldi Pratama, vokalis Mandala Acoustics, saat diwawancarai seusai perform pada Kamis, 13 April 2026.
### Peran Unit Pendaftaran Mahasiswa dalam Kesuksesan Acara
Kesuksesan penyelenggaraan FSOM 2026 tidak terlepas dari peranan strategis Unit Pendaftaran Mahasiswa Universitas Mandala Waluya. Unit yang berfungsi sebagai gerbang awal dan pusat informasi mahasiswa ini memainkan peran organizer, fasilitator, dan pendukung utama dalam setiap aspek festival.
Ibu Siti Nurhaliza menjelaskan bahwa persiapan festival dimulai sejak enam bulan sebelumnya dengan melakukan survei kebutuhan mahasiswa, koordinasi dengan berbagai unit kemahasiswaan, dan perencanaan detail terhadap logistik, keamanan, dan administrasi.
“Unit Pendaftaran Mahasiswa memandang festival ini sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan kampus yang vibrant dan inklusif. Kami memastikan bahwa setiap mahasiswa, dari yang memiliki bakat besar hingga yang baru ingin mencoba, merasa diterima dan didukung dalam partisipasi mereka,” jelas Ibu Siti dalam penjelasan yang komprehensif.
Untuk mendukung infrastruktur acara, Unit Pendaftaran Mahasiswa bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan tersedianya fasilitas memadai. Lapangan olahraga yang digunakan telah direnovasi, sound system berkualitas tinggi dipasang, dan protokol kesehatan serta keselamatan diterapkan dengan ketat sesuai dengan standar nasional.
### Dampak Positif bagi Pengembangan Mahasiswa
Partisipasi aktif mahasiswa dalam FSOM 2026 menghasilkan dampak positif yang terukur dan berkelanjutan. Secara akademik, mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan seni dan olahraga terbukti memiliki tingkat retensi yang lebih baik dan performa akademik yang lebih stabil dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak aktif.
Dr. Nurul Inayah, M.Psi., Kepala Biro Bimbingan dan Konseling Universitas Mandala Waluya, menunjukkan data statistik yang menarik dalam presentasinya pada forum koordinasi biro-biro universitas pada bulan lalu. “Mahasiswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) rata-rata 3,1, sementara yang tidak aktif hanya 2,7. Selain itu, mahasiswa yang terlibat aktif juga menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kehidupan kampus yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Dari sisi pengembangan karakter, kegiatan seni dan olahraga di universitas membantu mahasiswa mengembangkan soft skills yang sangat dibutuhkan di dunia kerja, seperti kepemimpinan, komunikasi efektif, problem solving, dan manajemen emosi. Melalui pengalaman berkompetisi, berkolaborasi, dan tampil di depan publik, mahasiswa belajar mengelola tekanan dan membangun resiliensi yang kuat.
“Festival seperti ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengembangkan portfolio non-akademik mereka yang akan sangat berharga ketika melamar pekerjaan nanti,” tambah Dr. Nurul Inayah dalam pernyataannya.
### Apresiasi dan Penghargaan untuk Para Kontributor
Puncak Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 adalah acara penutupan dan penganugerahan penghargaan yang dilaksanakan pada Jumat, 14 April 2026, malam. Acara yang dihadiri oleh Rektor, para dekan, pejabat universitas, dan ribuan mahasiswa ini mengapresiasi dedikasi seluruh peserta, panitia, dan pendukung acara.
Total hadiah uang tunai yang dibagikan mencapai 150 juta rupiah, dengan distribusi untuk berbagai kategori juara dan penghargaan khusus. Selain hadiah finansial, pemenang juga mendapatkan sertifikat dan trofi yang akan menjadi kenang-kenangan berharga.
Penghargaan istimewa juga diberikan kepada beberapa individu yang berkontribusi luar biasa. Muhammad Rizki Pratama dari Fakultas Ekonomi menerima penghargaan “Atlet Paling Menginspirasi” setelah menjalani pertandingan badminton sambil membawa cerita perjuangannya melawan keterbatasan fisik. Sementara itu, Siti Rahayu dari Fakultas Seni dan Desain menerima penghargaan “Seniman Paling Inovatif” atas kontribusinya dalam merancang setiap aspek visual acara festival.
### Harapan dan Rencana Ke Depan
Kesuksesan FSOM 2026 membuka peluang baru bagi Universitas Mandala Waluya untuk terus mengembangkan infrastruktur seni dan olahraga. Rencana jangka panjang yang sedang dimatangkan oleh Unit Pendaftaran Mahasiswa meliputi pembangunan gedung seni pertunjukan baru, renovasi komprehensif pada fasilitas olahraga, dan pengembangan program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi di bidang seni dan olahraga.
“Visi kami adalah menjadikan Universitas Mandala Waluya sebagai pusat pengembangan seni dan budaya di Sulawesi Tenggara yang juga menghasilkan atlet-atlet berkualitas tinggi. Ini bukan hanya mimpi, tetapi komitmen konkret yang akan kami realisasikan dalam lima tahun ke depan,” ujar Dr. Bambang Suryanto dengan penuh keyakinan dalam kesempatan jumpa pers akhir festival.
Unit Pendaftaran Mahasiswa juga berencana meningkatkan frekuensi kegiatan seni dan olahraga menjadi lebih sering, dengan mengadakan kompetisi bulanan di tingkat fakultas dan kompetisi tahunan di tingkat universitas. Selain itu, kerja sama dengan organisasi olahraga dan seni di luar kampus akan diperluas untuk memberikan pengalaman dan pembelajaran yang lebih luas kepada mahasiswa.
### Kesimpulan
Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa 2026 yang diselenggarakan oleh Unit Pendaftaran Mahasiswa Universitas Mandala Waluya telah membuktikan bahwa kampus ini memiliki komitmen serius dalam pengembangan holistik mahasiswa. Melalui wadah ini, lebih dari 2.500 mahasiswa berkesempatan menampilkan bakat, berkompetensi dengan sportivitas, dan membangun kenangan indah bersama teman-teman sesama mahasiswa.
Dengan dukungan pimpinan universitas, dedikasi panitia, antusias