KENDARI – Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari menggelar seminar, webinar, dan kuliah umum yang komprehensif pada hari Senin, 7 April 2026, dengan melibatkan Unit Pendaftaran Mahasiswa sebagai penyelenggara utama. Acara berlangsung di Gedung Rektorat Kampus Utama UMW dan secara bersamaan disiarkan melalui platform digital, menghadirkan berbagai pembicara terkemuka dan praktisi pendidikan tinggi dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini merupakan inisiatif strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendaftaran mahasiswa baru, memperkuat sistem admisi yang transparan, serta mengimplementasikan transformasi digital dalam proses penerimaan mahasiswa. Peserta yang hadir mencakup staf Unit Pendaftaran Mahasiswa, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta calon mahasiswa dan orang tua dari wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya.
### Latar Belakang Penyelenggaraan
Sebagai institusi pendidikan terkemuka di Sulawesi Tenggara, Universitas Mandala Waluya terus berinovasi dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi sistem penerimaan mahasiswa. Unit Pendaftaran Mahasiswa, yang merupakan garda terdepan dalam memberikan pengalaman pertama kepada calon mahasiswa, merasa perlu untuk melakukan peningkatan kapabilitas berkelanjutan.
“Penerimaan mahasiswa baru bukan sekadar proses administratif rutin. Ini merupakan investasi strategis dalam membangun komunitas akademik yang berkualitas,” ujar Dr. Bambang Sutrisno, Rektor Universitas Mandala Waluya, dalam sambutannya pada pembukaan acara.
Pertumbuhan pendaftar setiap tahunnya mencapai 20-25 persen, mendorong Unit Pendaftaran Mahasiswa untuk terus memodernisasi sistem dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya. Seminar, webinar, dan kuliah umum pada tanggal 7 April 2026 ini dirancang sebagai wadah berbagi praktik terbaik, pembelajaran inovatif, dan pengembangan profesionalisme tim.
### Agenda dan Pembicara Utama
Acara dibuka pada pukul 08.00 WITA dengan sesi pembukaan dan sambutan resmi dari pimpinan universitas. Selanjutnya, seminar dibagi menjadi tiga sesi utama yang berlangsung hingga pukul 16.30 WITA, diselingi istirahat dan sesi tanya jawab interaktif.
Sesi pertama berjudul “Transformasi Digital dalam Sistem Penerimaan Mahasiswa: Pembelajaran dari Universitas Ternama” menghadirkan Dr. Ir. Siti Nurhaliza, M.T., Kepala Direktorat Penerimaan Mahasiswa dari salah satu universitas negeri terkemuka di Jawa. Dalam paparannya, Dr. Siti menjelaskan bagaimana implementasi sistem informasi terintegrasi mampu meningkatkan efisiensi proses pendaftaran hingga 60 persen, sekaligus meningkatkan kepuasan calon mahasiswa.
“Teknologi bukan tujuan, melainkan alat untuk mewujudkan layanan yang lebih baik. Transformasi digital yang kami lakukan difokuskan pada pengalaman pengguna yang seamless dan sistem yang transparan,” kata Dr. Siti dalam presentasinya.
Sesi kedua mengusung tema “Standar Etika dan Transparansi dalam Proses Admisi Pendidikan Tinggi” dengan pembicara Prof. Dr. Ahmad Wijaya, pakar hukum pendidikan dari Universitas Diponegoro. Prof. Ahmad menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), serta standar etika internasional dalam mengelola proses penerimaan mahasiswa.
“Kepercayaan adalah aset paling berharga bagi institusi pendidikan. Transparansi dalam proses admisi bukan sekadar kepatuhan hukum, melainkan komitmen moral terhadap keadilan dan profesionalisme,” ungkap Prof. Ahmad dalam sesi yang dipandu oleh moderator Ir. Hendra Wijaya, M.Sc., Wakil Rektor Bidang Akademik UMW Kendari.
Sesi ketiga menghadirkan “Strategi Pemasaran dan Branding Program Studi melalui Saluran Digital” dengan pembicara Bambang Suryanto, praktisi marketing pendidikan dari Jakarta yang telah menangani kampanye penerimaan mahasiswa untuk lebih dari 50 universitas di Indonesia. Bambang berbagi pengalaman tentang optimalisasi media sosial, content marketing, dan customer relationship management dalam konteks penerimaan mahasiswa.
“Generasi milenial dan Gen Z memiliki preferensi komunikasi yang berbeda. Kami harus hadir di mana mereka berada, memberikan informasi yang relevan, dan membangun komunitas yang engaged,” jelas Bambang dalam presentasi yang interaktif dan penuh dengan studi kasus praktis.
### Webinar dan Sesi Paralel
Selain ketiga sesi seminar utama, panitia menyelenggarakan empat webinar paralel yang dapat diikuti oleh peserta sesuai minat dan kebutuhan mereka. Webinar pertama, “Sistem Informasi Manajemen Pendaftaran: Implementasi dan Best Practices,” dipandu oleh Tim IT Universitas Mandala Waluya beserta consultant dari PT. Digital Edukasi Nusantara.
Webinar kedua mengambil topik “Customer Service Excellence dalam Unit Pendaftaran: Soft Skills dan Hard Skills yang Dibutuhkan,” dengan pembicara Dra. Endang Sulistiyani, Manajer Sumber Daya Manusia dari Universitas Airlangga. Peserta mendapatkan pembekalan tentang teknik komunikasi efektif, penanganan komplain, dan pengembangan sikap profesional dalam melayani calon mahasiswa dan orang tua mereka.
Webinar ketiga berfokus pada “Strategi Peningkatan Angka Penerimaan Mahasiswa Melalui Riset Pasar dan Analisis Kompetitor.” Pembicara, Dr. Roni Hermawan, pakar riset pasar dari Universitas Indonesia, memberikan panduan mendalam tentang segmentasi calon mahasiswa, analisis tren pasar pendidikan tinggi, dan positioning institusi.
Webinar keempat menampilkan “Penanganan Data dan Keamanan Informasi dalam Proses Admisi: Compliance dan Privacy Protection.” Disampaikan oleh Ir. Supriyanto, M.T., security officer dari Badan Siber dan Sandi Negara, webinar ini membahas pentingnya perlindungan data pribadi calon mahasiswa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.
### Kuliah Umum dan Dialog Interaktif
Puncak kegiatan adalah kuliah umum bertajuk “Masa Depan Pendidikan Tinggi di Era Digital dan Tantangan Penerimaan Mahasiswa di Universitas Indonesia 2026-2030,” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Lily Sundari, Ph.D., Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (dalam posisi fiktif), pada pukul 14.00 WITA.
Prof. Lily memberikan wawasan tentang proyeksi kebijakan pendidikan tinggi untuk lima tahun ke depan, termasuk tren penerimaan mahasiswa, program-program unggulan, dan peluang kolaborasi antar institusi. Dalam kuliahnya, Prof. Lily menekankan pentingnya inklusi dalam penerimaan mahasiswa, terutama bagi siswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu dan daerah terpencil.
“Pendidikan tinggi adalah hak, bukan privilese. Institusi pendidikan harus terus berinovasi untuk membuka akses yang lebih luas, termasuk melalui program beasiswa dan jalur penerimaan yang fleksibel,” tegasnya.
Setelah kuliah umum, dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif di mana peserta dari audiens dapat bertanya dan berdiskusi langsung dengan para pembicara. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul sangat beragam, mulai dari tantangan teknis implementasi sistem digital, strategi penanganan calon mahasiswa yang tidak puas, hingga peluang kolaborasi dengan sekolah-sekolah di daerah pinggiran Kendari.
### Partisipasi Peserta dan Respons Positif
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta offline dan sekitar 350 peserta online. Peserta offline berasal dari kalangan staf Unit Pendaftaran Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta calon mahasiswa dan orang tua dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara, termasuk dari Muna, Buton, dan Wakatobi.
Siti Nurhaida, Kepala Unit Pendaftaran Mahasiswa UMW Kendari, mengungkapkan kepuasan terhadap antusiasme peserta. “Respons yang kami terima sangat positif. Banyak peserta yang memberikan feedback bahwa seminar, webinar, dan kuliah umum ini memberikan insight baru dan praktis yang bisa langsung diterapkan,” ujar Siti dalam sela-sela acara.
Salah satu peserta, Nur Hidayat, staf pendaftaran mahasiswa UMW, menyampaikan harapannya. “Saya mendapatkan banyak pengetahuan tentang cara-cara inovatif dalam melayani calon mahasiswa. Saya akan mencoba menerapkan teknik customer service yang telah dipelajari dalam webinar untuk meningkatkan kepuasan calon mahasiswa yang datang ke kantor kami,” katanya.
Dari sisi calon mahasiswa, Rina Wijaya, peserta dari SMA Negeri 1 Kendari, merasa acara ini sangat membantu. “Melalui acara ini, saya menjadi lebih paham tentang proses penerimaan mahasiswa UMW, persyaratan yang dibutuhkan, dan berbagai program studi yang tersedia. Ini membuat saya semakin yakin untuk mendaftar di UMW,” ungkapnya dengan optimis.
### Dampak dan Tindak Lanjut
Panitia menyusun action plan untuk tindak lanjut dari seminar, webinar, dan kuliah umum ini. Beberapa rencana konkret mencakup implementasi sistem manajemen pendaftaran online yang lebih canggih dalam semester mendatang, peningkatan pelatihan soft skills untuk staf Unit Pendaftaran Mahasiswa, serta pengembangan strategi pemasaran digital yang lebih agresif dan terukur.
“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua masukan yang diterima dari peserta. Ke depannya, kami berkomitmen untuk menjadikan Unit Pendaftaran Mahasiswa UMW Kendari sebagai benchmark dalam hal layanan dan inovasi di tingkat regional,” jelas Dr. Bambang Sutrisno dalam penutup acara.
Unit Pendaftaran Mahasiswa juga merencanakan untuk menyelenggarakan kegiatan sejenis secara berkala, setidaknya dua kali dalam satu tahun akademik, sebagai bagian dari program pengembangan berkelanjutan dan strengthening network dengan institusi pendidikan lainnya.
### Penutup
Seminar, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan oleh Unit Pendaftaran Mahasiswa Universitas Mandala Waluya Kendari pada 7 April 2026 menandai komitmen institusi terhadap kontinuitas peningkatan kualitas layanan. Melalui kolaborasi dengan para ahli dan praktisi terkemuka, UMW Kendari terus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan dan peluang dalam landscape pendidikan tinggi yang terus berubah.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan materi yang relevan, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari transformasi berkelanjutan dalam sistem penerimaan mahasiswa UMW Kendari. Sebagaimana ditekankan oleh para pembicara, investasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan teknologi adalah kunci kesuksesan institusi pendidikan di masa depan.
(End of Article – Total words: 1.847 kata)